Kisah Nabi Zakaria as – Maryam: 2-11

سُوۡرَةُ مَریَم

ذِكۡرُ رَحۡمَتِ رَبِّكَ عَبۡدَهُ ۥ زَڪَرِيَّآ

Maryam: 2

(Ini ialah) perihal limpahan rahmat Tuhanmu (wahai Muhammad), kepada hambaNya Zakaria.
(This is) a mention of the mercy of your Lord to His slave Zakariyya (Zachariah).


إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُ ۥ نِدَآءً خَفِيًّ۬ا

Maryam: 3

(Ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya dengan doa permohonan secara perlahan.
When he called out his Lord (Allâh) a call in secret.


قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلۡعَظۡمُ مِنِّى وَٱشۡتَعَلَ ٱلرَّأۡسُ شَيۡبً۬ا وَلَمۡ أَڪُنۢ بِدُعَآٮِٕكَ رَبِّ شَقِيًّ۬ا

Maryam: 4

Dia merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya telah lemahlah tulang-tulangku dan telah putih melepaklah uban kepalaku dan aku wahai Tuhanku tidak pernah merasa hampa dengan doa permohonanku kepadaMu.
He said: “My Lord! Indeed my bones have grown feeble, and grey hair has spread on my head, And I have never been unblest in my invocation to You, O my Lord!


وَإِنِّى خِفۡتُ ٱلۡمَوَٲلِىَ مِن وَرَآءِى وَڪَانَتِ ٱمۡرَأَتِى عَاقِرً۬ا فَهَبۡ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّ۬ا

Maryam: 5

Dan sesungguhnya aku merasa bimbang akan kecuaian kaum kerabatku menyempurnakan tugas-tugas agama sepeninggalanku dan isteriku pula adalah seorang yang mandul; oleh itu, kurniakanlah daku dari sisiMu seorang anak lelaki.
“And Verily, I fear my relatives after me, since my wife is barren. So give me from Yourself an heir,


يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنۡ ءَالِ يَعۡقُوبَ‌ۖ وَٱجۡعَلۡهُ رَبِّ رَضِيًّ۬ا

Maryam: 6

Yang layak mewarisi daku, juga mewarisi keluarga Nabi Yaakub dan jadikanlah dia wahai Tuhanku seorang yang diredhai serta disukai.
“Who shall inherit me, and inherit (also) the posterity of Ya’qûb (Jacob) (inheritance of the religious knowledge and Prophethood, not wealth). And make him, my Lord, one with whom You are Well-pleased!”


يَـٰزَڪَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ ٱسۡمُهُ ۥ يَحۡيَىٰ لَمۡ نَجۡعَل لَّهُ ۥ مِن قَبۡلُ سَمِيًّ۬ا

Maryam: 7

(Nabi Zakaria diseru setelah dikabulkan doanya):Wahai Zakaria! Sesungguhnya Kami memberikan khabar yang menggembirakanmu dengan mengurniakan seorang anak lelaki bernama Yahya, yang kami tidak pernah jadikan sebelum itu, seorangpun yang senama dengannya.
(Allâh said) “O Zakariyya (Zachariah)! Verily, We give you the glad tidings of a son, Whose name will be Yahya (John). We have given that name to none before (him).”


قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌ۬ وَڪَانَتِ ٱمۡرَأَتِى عَاقِرً۬ا وَقَدۡ بَلَغۡتُ مِنَ ٱلۡڪِبَرِ عِتِيًّ۬ا

Maryam: 8

Nabi Zakaria bertanya: Wahai Tuhanku! Bagaimanakah caranya aku akan beroleh seorang anak, sedang isteriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri pula telah sampai had umur yang setua-tuanya?
He said: “My Lord! How can I have a son, when my wife is barren, and I have reached the extreme old age.”


قَالَ كَذَٲلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ۬ وَقَدۡ خَلَقۡتُكَ مِن قَبۡلُ وَلَمۡ تَكُ شَيۡـًٔ۬ا

Maryam: 9

Penyeru itu menjawab: Demikian keadaannya janganlah dihairankan; Tuhanmu berfirman; Hal itu mudah bagiKu kerana sesungguhnya Aku telah menciptakanmu dahulu, sedang engkau pada masa itu belum ada sebarang apapun.
He said: “So (it will be). Your Lord says; It is easy for Me. Certainly I have created you before, when you had been nothing!”


قَالَ رَبِّ ٱجۡعَل لِّىٓ ءَايَةً۬‌ۚ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَـٰثَ لَيَالٍ۬ سَوِيًّ۬ا

Maryam: 10

Nabi Zakaria merayu lagi: Wahai Tuhanku! Jadikanlah satu tanda bagiku (yang menunjukkan isteriku mengandung), Allah Taala berfirman: Tandamu itu ialah engkau tidak akan dapat berkata-kata dengan orang ramai selama tiga malam, sedang engkau dalam keadaan sihat.
[Zakariyya (Zachariah)] said: “My Lord! Appoint for me a sign.” He said: “Your sign is that you shall not speak unto mankind for three nights, though having no bodily defect.”


فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ مِنَ ٱلۡمِحۡرَابِ فَأَوۡحَىٰٓ إِلَيۡہِمۡ أَن سَبِّحُواْ بُكۡرَةً۬ وَعَشِيًّ۬ا

Maryam: 11

Maka dia pun keluar mendapatkan kaumnya dari Mihrab (tempat sembahyangnya), lalu dia memberi isyarat kepada mereka: Hendaklah kamu bertasbih (mengerjakan ibadat kepada Allah) pagi dan petang.
Then he came out to his people from Al-Mihrâb (a praying place or a private room), he told them by signs to glorify Allâh’s Praises in the morning and in the afternoon.




Teks dan terjemahan dari Quran Explorer.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s