Kisah Nabi Ibrahim as dengan Malaikat – Az Zaariyat: 24-37

سُوۡرَةُ الذّاریَات

هَلۡ أَتَٮٰكَ حَدِيثُ ضَيۡفِ إِبۡرَٲهِيمَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ

Az Zaariyat: 24

Sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal tetamu Nabi Ibrahim yang dimuliakan?

Has the story reached you, of the honoured guests [three angels; Jibril (Gabriel) along with another two] of Ibrahîm (Abraham)?


إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَـٰمً۬ا‌ۖ قَالَ سَلَـٰمٌ۬ قَوۡمٌ۬ مُّنكَرُونَ

Az Zaariyat: 25

Ketika mereka masuk mendapatkannya lalu memberi salam dengan berkata: Salam sejahtera kepadamu! Dia menjawab: Salam sejahtera kepada kamu! (Sambil berkata dalam hati): Mereka ini orang-orang yang tidak dikenal.

When they came in to him, and said, “Salâm, (peace be upon you)!” He answered;”Salâm, (peace be upon you ),” and said: “You are a people unknown to me,”


فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجۡلٍ۬ سَمِينٍ۬

Az Zaariyat: 26

Kemudian dia masuk mendapatkan Ahli rumahnya serta dibawanya keluar seekor anak lembu gemuk (yang dipanggang).

Then he turned to his household, and brought out a roasted calf [as the property of Ibrahîm (Abraham) was mainly cows].


فَقَرَّبَهُ ۥۤ إِلَيۡہِمۡ قَالَ أَلَا تَأۡكُلُونَ

Az Zaariyat: 27

Lalu dihidangkannya kepada mereka sambil berkata: Silalah makan.

And placed it before them, (saying): “Will you not eat?”


فَأَوۡجَسَ مِنۡہُمۡ خِيفَةً۬‌ۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡ‌ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَـٰمٍ عَلِيمٍ۬

Az Zaariyat: 28

(Setelah dilihatnya mereka tidak menjamah makanan itu), maka dia merasa takut dari keadaan mereka. (Melihat kecemasannya), mereka berkata: Janganlah engkau takut (wahai Ibrahim). Lalu mereka memberikan berita gembira kepadanya, bahawa dia akan beroleh seorang anak yang berpengetahuan.

Then he conceived fear of them (when they ate not). They said: “Fear not”. And they gave him glad tidings of son, having knowledge (about Allâh and His religion of True Monotheism).


فَأَقۡبَلَتِ ٱمۡرَأَتُهُ ۥ فِى صَرَّةٍ۬ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيمٌ۬

Az Zaariyat: 29

(Mendengarkan berita yang menggembirakan itu), maka datanglah isterinya sambil menjerit (kehairanan) lalu menepuk mukanya sambil berkata: Aku sudah tua, lagi mandul, (bagaimana aku boleh mendapat anak)?

Then his wife came forward with a loud voice, she smote her face, and said: “A barren old woman!”


قَالُواْ كَذَٲلِكِ قَالَ رَبُّكِ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡعَلِيمُ

Az Zaariyat: 30

Mereka berkata: Demikianlah Tuhanmu berfirman, (kami hanya menyampaikan sahaja); Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui.

They said: “Even so says your Lord. Verily, He is the All-Wise, the All-Knower.”


قَالَ فَمَا خَطۡبُكُمۡ أَيُّہَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ

Az Zaariyat: 31

Nabi Ibrahim bertanya: (Selain dari itu) apa lagi tugas penting kamu wahai utusan Tuhan?

[Ibrâhim (Abraham)] said: “Then for what purpose you have come, O Messengers?”


قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٍ۬ مُّجۡرِمِينَ

Az Zaariyat: 32

Mereka menjawab: Sesungguhnya Kami diutus kepada suatu kaum yang berdosa (untuk membinasakan mereka);

They said: “We have been sent to a people who are Mujrimûn (polytheists, sinners, criminals, disbelievers in Allâh);


لِنُرۡسِلَ عَلَيۡہِمۡ حِجَارَةً۬ مِّن طِينٍ۬

Az Zaariyat: 33

Supaya Kami menimpakan mereka dengan batu-batu dari tanah (yang dibakar),

To send down upon them stones of baked clay.


مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلۡمُسۡرِفِينَ

Az Zaariyat: 34

Batu-batu itu ditandakan di sisi Tuhanmu, untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas (dalam keingkarannya).

Marked by your Lord for the Musrifûn (polytheists, criminals, sinners — those who trespass Allâh’s set limits in evil-doings by committing great sins).


فَأَخۡرَجۡنَا مَن كَانَ فِيہَا مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Az Zaariyat: 35

(Setelah sampai utusan Kami ke tempat itu), Kami (perintahkan mereka) mengeluarkan orang-orang yang beriman yang tinggal di situ.

So We brought out from therein the believers.


فَمَا وَجَدۡنَا فِيہَا غَيۡرَ بَيۡتٍ۬ مِّنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

Az Zaariyat: 36

(Sesudah diperiksa) maka (utusan) Kami tidak mendapati di situ melainkan sebuah rumah sahaja yang ada penduduknya dari orang-orang Islam (yang beriman kepada Nabi Lut).

But We found not there any household of the Muslims except one [of Lut (Lot) and his two daughters].


وَتَرَكۡنَا فِيہَآ ءَايَةً۬ لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ

Az Zaariyat: 37

Dan Kami tinggalkan di negeri itu (timbunan batu-batu yang telah menghujani dan membinasakan mereka), sebagai tanda (yang mendatangkan keinsafan) bagi orang-orang yang sedia takut kepada azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

And We have left there a sign (i.e. the place of the Dead Sea in Palestine) for those who fear the painful torment.



Teks dan terjemahan dari Quran Explorer.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s