Nabi Musa as mengadap Allah – Al A’raaf: 142-147

سُوۡرَةُ الاٴعرَاف

وَوَٲعَدۡنَا مُوسَىٰ ثَلَـٰثِينَ لَيۡلَةً۬ وَأَتۡمَمۡنَـٰهَا بِعَشۡرٍ۬ فَتَمَّ مِيقَـٰتُ رَبِّهِۦۤ أَرۡبَعِينَ لَيۡلَةً۬‌ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَـٰرُونَ ٱخۡلُفۡنِى فِى قَوۡمِى وَأَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِيلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

Al A’raaf:142

Dan kami telah janjikan masa kepada Nabi Musa (untuk memberikan Taurat) selama tiga puluh malam, serta Kami genapkan jumlahnya dengan sepuluh malam lagi, lalu sempurnalah waktu yang telah ditentukan oleh Tuhannya empat puluh malam dan berkatalah Nabi Musa kepada saudaranya Nabi Harun (semasa keluar menerima Taurat): Gantikanlah aku dalam (urusan memimpin) kaumku dan perbaikilah (keadaan mereka sepeninggalanku) dan janganlah engkau menurut jalan orang-orang yang melakukan kerosakan.
And We appointed for Mûsa (Moses) thirty nights and added (to the period) ten (more), and he completed the term, appointed by his Lord, of forty nights. And Mûsa (Moses) said to his brother Hârûn (Aaron): “Replace me among my people, act in the Right Way (by ordering the people to obey Allâh and to worship Him Alone) and follow not the way of the Mufsidûn (mischief-makers).”


وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُ ۥ رَبُّهُ ۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَ‌ۚ قَالَ لَن تَرَٮٰنِى وَلَـٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَڪَانَهُ ۥ فَسَوۡفَ تَرَٮٰنِى‌ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ ۥ لِلۡجَبَلِ جَعَلَهُ ۥ دَڪًّ۬ا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقً۬ا‌ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبۡحَـٰنَكَ تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَأَنَا۟ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Al A’raaf:143

Dan ketika Nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan) berkata: Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku (ZatMu Yang Maha Suci) supaya aku dapat melihatMu. Allah berfirman: Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKu, tetapi pandanglah ke gunung itu, maka kalau dia tetap berada di tempatnya, nescaya engkau akan dapat melihatKu. Setelah Tuhannya “Tajalla” (menzahirkan kebesaranNya) kepada gunung itu, (maka) “TajalliNya” menjadikan gunung itu hancur lebur dan Nabi Musa pun jatuh pengsan. Setelah dia sedar semula, berkatalah dia: Maha Suci Engkau (wahai Tuhanku), aku bertaubat kepadaMu dan akulah orang yang awal pertama beriman (pada zamanku).
nd when Mûsa (Moses) came at the time and place appointed by Us, and his Lord (Allâh) spoke to him, he said: “O my Lord! Show me (Yourself), that I may look upon You.” Allâh said: “You cannot see Me, but look upon the mountain; if it stands still in its place then you shall see Me.” So when his Lord appeared to the mountain[], He made it collapse to dust, and Mûsa (Moses) fell down unconscious. Then when he recovered his senses he said: “Glory be to You, I turn to You in repentance and I am the first of the believers.”


قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنِّى ٱصۡطَفَيۡتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَـٰلَـٰتِى وَبِكَلَـٰمِى فَخُذۡ مَآ ءَاتَيۡتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

Al A’raaf:144

Allah berfirman: Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilihmu melebihi umat manusia (yang ada pada zamanmu), dengan membawa perutusanKu (Kitab Taurat) dan dengan KalamKu; oleh itu, terimalah apa yang Aku kurniakan kepadamu dan jadikanlah dirimu dari orang-orang yang bersyukur.
(Allâh) said: “O Mûsa (Moses) I have chosen you above men by My Messages, and by My speaking (to you). So hold that which I have given you and be of the grateful.”


وَڪَتَبۡنَا لَهُ ۥ فِى ٱلۡأَلۡوَاحِ مِن ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ مَّوۡعِظَةً۬ وَتَفۡصِيلاً۬ لِّكُلِّ شَىۡءٍ۬ فَخُذۡهَا بِقُوَّةٍ۬ وَأۡمُرۡ قَوۡمَكَ يَأۡخُذُواْ بِأَحۡسَنِہَا‌ۚ سَأُوْرِيكُمۡ دَارَ ٱلۡفَـٰسِقِينَ

Al A’raaf:145

Dan Kami telah menuliskan bagi Nabi Musa pada Luh-luh (Taurat) itu, dari pelbagai jenis nasihat pengajaran dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu (dasar Syariat dan hukum-hukumnya). Oleh itu, terimalah dia (dan amalkanlah wahai Musa) dengan bersungguh-sungguh dan suruhlah kaummu berpegang (serta mengamalkan) yang sebaik-baiknya (iaitu suruhan-suruhannya). Aku akan perlihatkan kepada kamu akan negeri orang-orang yang fasik (derhaka).
And We wrote for him on the Tablets the lesson to be drawn from all things and the explanation for all things (and said): Hold unto these with firmness, and enjoin your people to take the better therein. I shall show you the home of Al-Fâsiqûn (the rebellious, disobedient to Allâh).


سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَـٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَإِن يَرَوۡاْ ڪُلَّ ءَايَةٍ۬ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِہَا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً۬ وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً۬‌ۚ ذَٲلِكَ بِأَنَّہُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُواْ عَنۡہَا غَـٰفِلِينَ

Al A’raaf:146

Aku akan memalingkan (hati) orang-orang yang sombong takbur di muka bumi dengan tiada alasan yang benar dari (memahami) ayat-ayatKu (yang menunjukkan kekuasaanKu); dan mereka (yang bersifat demikian) jika mereka melihat sebarang keterangan (bukti), mereka tidak beriman kepadanya dan jika mereka melihat jalan yang (membawa kepada) hidayat petunjuk, mereka tidak mengambilnya sebagai jalan yang dilalui dan sebaliknya jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus mengambilnya sebagai jalan yang dilalui. Yang demikian itu, kerana mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka sentiasa lalai daripadanya.
I shall turn away from My Ayât (verses of the Qur’ân) those who behave arrogantly on the earth, without a right, and (even) if they see all the Ayât (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.), they will not believe in them. And if they see the way of righteousness (monotheism, piety, and good deeds), they will not adopt it as the Way, but if they see the way of error (polytheism, crimes and evil deeds), they will adopt that way, that is because they have rejected Our Ayât (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.) and were heedless (to learn a lesson) from them.


وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلۡأَخِرَةِ حَبِطَتۡ أَعۡمَـٰلُهُمۡ‌ۚ هَلۡ يُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

Al A’raaf:147

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan pertemuan hari akhirat, gugurlah amal-amal mereka (yang baik). Mereka tidak diberikan balasan (pada hari akhirat) melainkan (bagi) apa yang mereka telah kerjakan (dari perbuatan kufur dan maksiat).
Those who deny Our Ayât (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.) and the Meeting in the Hereafter (Day of Resurrection,), vain are their deeds. Are they requited with anything except what they used to do?



Teks dan terjemahan dari Quran Explorer.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s